Menurut Indra, imbauan tersebut disampaikannya demi menghormati upaya Kementerian Ketenagakerjaan melakukan mediasi tripartit antara SPNCI dengan manajemen Chevron pada 13 Desember 2016.
"Pihak Kemenaker menyarankan SPNCI untuk menahan rencana demontrasi dan mogok massal sekaligus mengedepankan penyelesaian bipartit ataupun tripartit. Kami mengikuti anjuran tersebut," ujar Indra, Jumat (9/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CGS di tangan pemilik baru," katanya.
Pengadilan Hubungan Industrial
Meski mengaku siap menghadiri undangan mediasi di Kementerian Ketenagakerjaan, Indra berpendapat tetap ada
kemungkinan satu atau keduabelah pihak merasa tidak puas dengan rekomendasi yang dihasilkan oleh pemerintah.
Hal ini dapat membuka jalur penyelesaian di jalur Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan Mahkamah
Agung.
"Tentu saja SPNCI berharap proses penyelesaian perselisihan di PHI dapat dihindarkan dengan proses tripartit yang telah dimulai. Penyelesaian perselisihan di PHI akan mengabiskan waktu, tenaga dan biaya di keduabelah pihak dan bisa mempengaruhi produktivitas pekerja dan perusahaan," tutupnya.