Ke-14 blok yang akan dilelang ulang tersebut terdiri dari tujuh blok yang disodorkan melalui penawaran langsung dan tujuh blok lewat lelang reguler.
Blok migas yang ditawarkan melalui lelang reguler adalah South CPP (onshore Riau), Suremana I (offshore Makassar Strait), SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat). Kemudian North Arguni (onshore Papua Barat), Kasuri II (onshore Papua Barat), Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait), dan Oti (offshore Kalimantan Timur).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja menjelaskan, minimnya peminat dari beberapa kali lelang wilayah kerja (WK) migas yang digelar pemerintah tahun ini akibat harga minyak dunia yang masih rendah. Ditambah belum adanya kepastian regulasi sektor hulu migas Indonesia.
Sementara itu terkait masalah perizinan yang kerap menjadi keluhan KKKS, pria yang kerap disapa Wiratmaja mengatakan, pemerintah terus mendorong SKK Migas agar dapat membantu proses perizinan dari instansi-instansi lain.
Ia mencatat kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang ingin melakukan kegiatan di sektor hulu migas setidaknya harus mengurus sebanyak 300 jenis perizinan, yang sebagian besar justru diterbitkan oleh instansi lain. (gen)