Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada Jumat (23/12) meminta manajemen untuk mengejar pertumbuhan laba bersih 6 persen menjadi US$3,04 miliar, dibandingkan prognosa 2016 sebesar US$2,88 miliar.
Naiknya laba bersih tersebut menurut para pemegang saham, bisa dikejar dengan catatan Pertamina bisa mengantongi pendapatan US$42,59 miliar alias naik 15 persen dibandingkan perkiraan pendapatan 2016 sebesar US$37,03 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR menilai target yang ditetapkan RUPS untuk manajemen Pertamina masih terbilang realistis karena pertumbuhannya juga tidak terlalu besar.
Untuk itu, DPR menurutnya akan membantu Pertamina mendapatkan ruang gerak yang lebih baik dari sisi regulasi untuk melakukan ekspansi.
“Peningkatan cadangan itu wajib hukumnya, apalagi banyak lapangan migas yang dikelola Pertamina sudah berusia tua. Ekspansi ke luar negeri adalah pilihan yang tepat bagi Pertamina,” jelas Firlie.
Hingga kuartal III 2016, produksi migas Pertamina mencapai 646 ribu barel setara minyak (barel oil equivalent per day/boepd) naik 12,3 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Produksi tersebut terdiri dari minyak 309 ribu barel per hari minyak (bph), naik 12 persen dari periode yang sama tahun lalu 277 ribu bph. Sementara produksi gas tercayay naik 13 persen menjadi 1.953 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari 1.728 MMCSFD.
“Penempatan Pertamina sebagai holding energi, khususnnya migas adalah kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Tanri Abeng, Komisaris Utama Pertamina, sebelumnya mengatakan pada 2016 pencapaian Pertamina sudah bagus, tetapi pemegang saham memberi aspirasi agar kinerja perusahaan jauh lebih bagus lagi.
“Ini tidak mudah karena itulah tantangan bagi Pertamina,” ujarnya. (gen)