"Kalau di akhir tahun bisa ditutup di atas Rp220 triliun, kenaikan di tahun depan diharapkan dengan presentase yang sama di tahun ini, yakni 14 persen," kata Senior EVP Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar, Selasa (27/12).
Sebagai informasi, hingga kuartal III 2016 bank berlogo pita emas ini telah membukukan realisasi penyaluran kredit korporasi sebesar Rp212,4 triliun atau 96,54 persen dari total target. Pencapaian tersebut, mendorong perseroan tetap memasang target tinggi untuk segmen korporasi tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun depan sendiri, perseroan meramalkan, penyaluran kredit korporasi untuk sektor infrastruktur akan tetap mendominasi. Pasalnya, pemerintahan Presiden Joko Widodo masih akan terus menggenjot penyelesaian pembangunan infrastruktur sampai tahun 2019 mendatang.
"Ke depan, banyak rencana pembangunan infrastruktur. Ada proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt, ruas jalan tol lain yang juga sudah ada pemegang konsesinya," katanya.
Sementara itu, untuk rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di segmen korporasi ini masih terbilang rendah yakni di bawah satu persen. "Di bawah satu persen, itu sudah nett," pungkasnya. (bir)