Bos BKPM Silang Pendapat dengan Sri Mulyani Soal JP Morgan

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 04/01/2017 18:48 WIB
Bos BKPM Silang Pendapat dengan Sri Mulyani Soal JP Morgan Menurut Kepala BKPM Thomas Lembong, rekomendasi JP Morgan hanya itu jangka pendek sementara, investor lebih melihat ke jangka panjang. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menilai pemangkasan dua level rekomendasi atas Indonesia dari overweight menjadi underweight dalam riset JP Morgan Chase Bank NA (JP Morgan) tidak berdampak signifikan terhadap investasi ke Indonesia.

Pasalnya, rekomendasi itu hanya itu jangka pendek sementara, investor lebih melihat ke jangka panjang. Hal tersebut berbeda dengan pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang menilai riset JP Morgan bisa memberikan sentimen negatif bagi investor.

"Saya mau tekankan lagi kalau kita baca lebih detail dalam risetnya JP morgan, mereka hanya men-downgrade prospek kita jangka pendek. Mereka juga menegaskan bahwa secara struktural atau jangka panjang rekomendasi mereka masih sangat positif," tutur Thomas, Rabu (4/1).


Dalam jangka pendek, memang hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia mengalami tantangan dari penguatan kurs dolar Amerika Serikat (AS). Namun demikian, secara jangka panjang, terjaganya fundamental ekonomi menjadi hal krusial.

Komitmen Indonesia untuk memperbaiki dan menjaga fundamental ekonomi tersebut telah dilihat oleh berbagai lembaga internasional seperti Bank Dunia dan Lembaga Pemeringkat Fitch.

Di mata investor, lanjut Tom, Indonesia merupakan negara yang paling stabil, aman, dan konsiten dalam melakukan reformasi struktural.

"Kalau umpamanya, neraca perdagangan kita postif, neraca modal, neraca transaksi berjalan positif, pertumbuhan ekonomi stabil dan cenderung naik pasti dengan sendirinya peringkat kita akan naik," ujar mantan Menteri Perdagangan ini.

Lebih lanjut, sebagai mantan investment banker, Tom menghargai penilaian riset dari lembaga asing, termasuk JP Morgan. Baginya, setiap lembaga menjual independensi terhadap investor. Karenanya, ia enggan berkomentar lebih lanjut mengenai keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mendepak JP Morgan dari daftar bank persepsi.

"Jadi memang kita juga harus menghargai independensi daripada departemen riset di masing-masing investment bank itu," ujarnya.

Sebagai informasi, per 1 Januari 2017, JP Morgan telah dikeluarkan dari daftar bank persepsi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal itu disebabkan oleh hasil riset JP Morgan pada 13 November lalu yang dianggap mempengaruhi stabilitas ekonomi domestik. (gen)