Pemerintah memberikan izin impor GKP sebanyak 1,5 juta ton pada paruh pertama tahun ini. Padahal, Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman mengatakan, kebutuhan gula industri mamin mencapai 2 juta ton, seiring dengan perayaan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada semester I 2017.
"Proyeksi kami, seharusnya sekitar 2 juta ton pada semester I 2017, karena ada momen puasa dan Lebaran yang biasanya membuat kebutuhan gula meningkat," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu malam (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, GAPMMI telah meminta pemerintah menambah impor GKP sebanyak 350 ribu ton khusus untuk IKM. Soalnya, asosiasi melihat tren peningkatan kebutuhan gula IKM.
"Untuk hal ini, saya akan rapat dulu dengan Kementerian Perindustrian, setelah itu baru saya komunikasi dengan Kemendag. Mungkin, Menteri Perindustrian Enggartiasto Lukita ada koreksi perkiraan nanti," imbuh Adhi.
Sebelumnya, Menteri Enggartiasto bilang, pemerintah membagi pemberian izin impor GKP melalui dua tahap, yaitu per semester. Berdasarkan proyeksi Kemendag, sekitar 44,11 persen atau 1,5 juta GKP diberikan pada semester I 2017, sedangkan sisanya diberikan pada semester kedua.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Dody Edward mengungkapkan, perhitungan yang dibuat Kemendag telah menyertakan proyeksi kebutuhan GKP yang meningkat jelang periode puasa dan Lebaran.
"Perhitungannya sudah pas, sudah cukup, termasuk ekstranya. Nanti kalau dibutuhkan lagi baru akan kami hitung kembali," pungkasnya. (bir)