Permintaan Lesu, Tapi Jumlah Apartemen Menjulang 16,8 Persen

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Jumat, 06/01/2017 08:08 WIB
Permintaan Lesu, Tapi Jumlah Apartemen Menjulang 16,8 Persen Dengan pertumbuhan tersebut, jumlah apartemen tersedia hingga saat ini mencapai 176.178 unit. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Colliers International melansir jumlah proyek apartemen sepanjang tahun lalu meningkat 16,8 persen atau bertambah 19.272 unit. Dengan penambahan tersebut, jumlah unit apartemen tersedia hingga saat ini mencapai 176.178 unit.

Colliers menyatakan pengembang berencana akan menambah unit apartemen sebanyak 26.853 hingga akhir tahun. "82 persennya itu seharusnya rampung pada 2014-2015," ujar Senior Associate Director Ferry Salanto, Kamis (5/1).

Padahal, Ferry melanjutkan, pasar untuk apartemen belum bisa dibilang pulih. Colliers mencatat penurunan permintaan apartemen 0,2 persen pada kuartal keempat 2016 menjadi 86,77 persen dibandingkan kuartal ketiga tahun yang sama 86,92 persen.


Alih-alih memangkas harga demi mendongkrak permintaan, pengembang malah enggan menyeret turun harga jual. Pada kuartal IV 2016, harga penjualan apartemen bahkan naik 1,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan (year on year), harga jual apartemen tumbuh 3,8 persen menjadi Rp31,65 juta per meter persegi.

Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan kenaikan harga jual apartemen tertinggi, yakni, 4,4 persen. Sementara, kawasan bisnis (central business district/CBD) naik 3,3 persen.

Sebetulnya, beberapa pengembang memanfaatkan pembangunan proyek infrastruktur di sekitarnya untuk menarik pasar membeli apartemennya. Sebut saja, Agung Podomoro Land yang berada di daerah Cimanggis yang berdekatan dengan proyek LRT.

Sayangnya, hal tersebut tak juga mampu mendongkrak penjualan proyek apartemen secara signifikan. "Pengaruh ada, tapi signifikan ke penjualan juga belum tentu. Memang, itu menjadi suatu yang menarik, iya," katanya.

Ferry meramal, harga apartemen tahun ini tidak akan naik lebih banyak dari posisi tahun lalu, mengingat pertumbuhan ekonomi juga tidak sekencang yang diharapkan. "Naik 10 persen kayaknya tidak mungkin," pungkasnya.