Selain itu, tarif listrik yang ditanggung masyarakat miskin juga tidak berubah karena tetap mendapatkan subsidi. Bahkan jumlah masyarakat listrik yang mendapatkan subsidi listrik bakal bertambah dari 23 juta orang menjadi 27 juta orang.
Kalaupun pemerintah mencabut subsidi listrik bagi 18 juta pelanggan rumah tangga golongan 900 volt Ampere (VA), hal ini memang sepantasnya dilakukan. Pasalnya, pelanggan tersebut tidak berhak menerima subsidi karena tidak termasuk dalam golongan masyarakat miskin dan pra miskin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan mengungkapkan, pada waktu baru menjabat sebagai bos PLN, ia kaget melihat 46 juta pelanggan PLN mendapatkan subsidi. Padahal, pada waktu itu, penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah hanya sekitar 15,7 juta orang.
Tak hanya itu, setelah melakukan survei lapangan, listrik berdaya 900 VA ada yang digunakan pelanggan untuk mengaliri listrik rumah kost ataupun kontrakan.
"Ada 12 ribu desa di Indonesia yang belum teraliri listrik dengan baik," ujarnya.
Disebutkan Sofyan, tahun lalu setidaknya seribu desa baru teraliri listrik dari PLN. Tahun ini, PLN rencananya ingin mengalirkan listrik ke dua ribu desa terpencil di Indonesia.
Sebagai informasi, pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan golongan 900 VA akan dilakukan secara bertahap pada Januari, Maret, dan Mei tahun ini. (gen)