Setelah Inggris, Belanda mengekor dengan 798 penerima awardee melanjutkan studinya di sana. Kemudian, Australia menyusul dengan 684 penerima awardee. Sementara, 338 penerima beasiswa LPDP melanjutkan studi di Amerika Serikat (AS).
Direktur Utama LPDP Eko Prasetyo mengakui negara-negara Eropa menjadi tujuan populer penerima beasiswa dari Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu)itu. Hal itu bisa dimaklumi pasalnya, 200 sekolah terbaik di dunia sebagian besar berada di Eropa dan AS. Tak hanya itu, pemerintah negara Eropa juga gencar dalam mempromosikan pendidikan tinggi di negaranya masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau tak bisa melanjutkan pendidikan tinggi di universitas luar negeri, LPDP juga memberikan beasiswa kepada awardee yang melanjutkan kuliah jenjang Strata-2 dan Strata-3 di berbagai universitas kenamaan di dalam negeri. Tercatat, jumlah penerima beasiswa LPDP yang melanjutkan studi di Indonesia ada 5.675 awardee.
Khusus untuk tahun 2017, rencananya sekitar lima ribu awardee akan memulai studinya.
Siapkan Rp2 Triliun
Lebih lanjut, Eko mengungkapkan, LPDP mengucurkan sekitar Rp2 triliun untuk mendanai biaya studi penerima beasiswa LPDP tahun 2017. Dana itu berasal dari akumulasi hasil investasi dana kelolaan LPDP.
"Sampai tahun 2016 dana kelolaan LPDP itu ada Rp20 triliun. Tahun ini tambah Rp2,5 triliun menjadi Rp22,5 triliun," kata Eko.
Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenkeu Hadiyanto mengingatkan LPDP harus menginvestasikan dana kelolaannya dengan baik. Hal itu untuk menjamin keberlanjutan LPDP. Selain itu, nantinya, LPDP juga bisa semakin banyak membiayai studi putra-putri Indonesia.
"Investasi itu selama ini ada yang ditempatkan di deposito, obligasi. Pokoknya yang memberikan return yang baik, aman, dan terus berkelanjutan," tutur Hadiyanto. (gen)