Seperti dilansir dari Reuters, ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat sejak uji rudal balistik Iran baru-baru ini mendorong pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas terkait dengan Garda Revolusi Iran.
Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan internasional untuk harga minyak, yang diperdagangkan pada US$56,86 per barel pada awal perdagangan, naik 5 sen dari penutupan terakhir mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pedagang mengatakan, ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran bahwa sanksi AS bisa diperketat lebih lanjut untuk mempengaruhi ekspor minyak Iran, yang jumlahnya hanya diizinkan untuk kembali ke level normal tahun lalu.
Perusahaan energi AS menambah rig minyak selama minggu ke-13, memperpanjang pemulihan sembilan bulan usai pengebor mengambil keuntungan dari harga minyak mentah yang telah berada di level lebih dari US$50 per barel sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sepakat untuk memangkas pasokan pada akhir November.
Meningkatnya produksi AS, yang dipimpin oleh perusahaan pengebor shale, meredupkan upaya yang dipimpin oleh OPEC dan produsen lainnya seperti Rusia untuk mengakhiri kelebihan pasokan global dengan memotong produksi mereka yang rata-rata direncanakan hampir 1,8 juta barel per hari (bph ) selama semester pertama tahun ini. (gir)