“Tetap berjalan. Ada pertemuan mingguan. Saya rasa kami akan menjadwalkan pada bulan Maret awal untuk kami dapat menyampaikan ke publik," tutur wanita yang menjabat sebagai Ketua Tim Pengarah Satgas Tax Amnesty, Selasa (7/2).
Sri Mulyani menambahkan, secara umum anggota satgas tax amnesty pada masing-masing Kantor Wilayah (kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP), selain memikirkan pelaksanaan tax amnesty, juga fokus memikirkan realisasi penerimaan pajak tahun ini. Hal itu mengingat besarnya target pajak non migas tahun 2017 yang mencapai Rp1.271,7 triliun atau naik sekitar 19 persen dari realisasi tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani mengungkapkan selama periode Januari-Maret, pemerintah akan semaksimal mungkin mengajak WP untuk mengikuti program pengampunan ini.
"Ini adalah periode terakhir amnesti pajak. Kami terus menyampaikan kepada pelaku ekonomi terutama kelompok kecil, menengah dan profesi. Kami juga menggabungkan semua data yang kami miliki," ujarnya.
Perluasan basis pajak, kata Sri Mulyani, dilakukan dengan melihat subjek dan objek pajak.
Dari sisi subjek pajak, hal itu dilakukan dengan membaca data untuk mengidentifikasikan pelaku dan kegiatan ekonominya.
Terkait objek pajak, petugas pajak melihat informasi statistik baik sektoral maupun regional untuk mengetahui aktivitas ekonomi yang bisa meningkatkan penerimaan pajak. (gen)