Kesadaran Perencanaan Pensiun Orang Jakarta Paling Tinggi

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 24/02/2017 13:23 WIB
Kesadaran Perencanaan Pensiun Orang Jakarta Paling Tinggi Dari total aset dana pensiun 2016 yang sebesar Rp238,30 triliun, sekitar 80 persen atau Rp186,89 triliun di antaranya terhimpun dari Jakarta. (stevepb/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Tingkat kesadaran keuangan warga DKI Jakarta terhadap perencanaan masa tua tertinggi dibandingkan 33 provinsi lainnya. Hal ini terlihat dari aset yang dihimpun penyelenggara dana pensiun di Jakarta, yakni sebesar Rp186,89 triliun hingga akhir tahun lalu.

Berdasarkan Statistik Dana Pensiun yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset dana pensiun per Desember 2016 mencapai Rp238,30 triliun atau meningkat 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp206,59 triliun.

Seluruh aset dana pensiun itu terbagi tiga, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) sebesar Rp147,81 triliun, DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Rp26,65 triliun, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebesar Rp63,84 triliun.


Dari data tersebut, Jakarta mendominasi aset dana pensiun nyaris 80 persen terhadap total perolehannya. Diikuti oleh Jawa Barat sebesar Rp21,73 triliun, Banten Rp8,56 triliun, dan Jawa Tengah Rp5,06 triliun.

"Kalau sebarannya memang Jakarta lebih banyak, karena kantor pusat perusahaan ada di Jakarta," ujar Wakil Ketua Perkumpulkan DPLK Nur Hasan Kurniawan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/2).

Adapun, secara keseluruhan, jumlah investasi dana pensiun tembus Rp228,77 triliun per 2016 lalu. Di antaranya Rp57,35 triliun diparkir di deposito berjangka, Rp54,33 triliun ditaruh di surat berharga negara, Rp48,39 ditempatkan di obligasi, serta Rp28,71 triliun di keranjang saham.

Dari strategi penempatan dana kelolaan tersebut, industri dana pensiun meraup total pendapatan investasi sebesar Rp16,09 triliun. Sementara, hasil usaha investasinya (dikurangi beban investasi) menjadi Rp15,55 triliun.

Dilihat dari Return on Investment (RoI), rasionya melorot dari 8,3 persen pada akhir 2015 lalu menjadi hanya 7,1 persen pada akhir 2016. Kontribusi negatif berasal dari RoI DPPK PPMP yang turun drastis dari 9,5 persen menjadi 7,8 persen. Sementara, dua program dana pensiun lainnya masih menyumbang hasil positif, meski tipis. (bir/bir)