Berdasarkan Statistik Dana Pensiun yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset dana pensiun per Desember 2016 mencapai Rp238,30 triliun atau meningkat 15,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp206,59 triliun.
Seluruh aset dana pensiun itu terbagi tiga, yaitu Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) sebesar Rp147,81 triliun, DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Rp26,65 triliun, dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sebesar Rp63,84 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sebarannya memang Jakarta lebih banyak, karena kantor pusat perusahaan ada di Jakarta," ujar Wakil Ketua Perkumpulkan DPLK Nur Hasan Kurniawan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/2).
Dari strategi penempatan dana kelolaan tersebut, industri dana pensiun meraup total pendapatan investasi sebesar Rp16,09 triliun. Sementara, hasil usaha investasinya (dikurangi beban investasi) menjadi Rp15,55 triliun.
Dilihat dari Return on Investment (RoI), rasionya melorot dari 8,3 persen pada akhir 2015 lalu menjadi hanya 7,1 persen pada akhir 2016. Kontribusi negatif berasal dari RoI DPPK PPMP yang turun drastis dari 9,5 persen menjadi 7,8 persen. Sementara, dua program dana pensiun lainnya masih menyumbang hasil positif, meski tipis. (bir)