Dalam rapat koordinasi nasional, Lembong menyatakan, investasi dapat dikejar cepat melalui sistem kerja Koodinasi, Integrasi, dan Standardisasi (KIS).
"Kalau saya lebih mending SIK (sick.red). Karena kerja harus pahit, sakit. Ganti Pak Tom jadi SIK," ujar Jokowi di Badung, Bali, Jumat (24/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kerjasama Antara BPJS dengan BKPM |
Ia mengatakan, bekerja di luar zona nyaman hasilnya benar-benar dapat dirasakan, terutama bagi generasi mendatang. Sistem kerja yang seperti itu nantinya membuat infrastruktur dan ekonomi Indonesia hidup.
"Mending kita sakit daripada rakyat sakit. Nanti baru bapak ibu semua punya kebanggan. Ini masalah rasa," tuturnya.
"Persaingan antarnegara, bukan lagi besar kalahkan kecil. Bukan yang kuat, kalahkan yang lemah Tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat. Yang lambat kalah, ini yang perlu saya ingatkan," ucap Mantan Wali Kota Solo ini.
Keluar dari zona nyaman diakui sulit. Namun hal itu terbukti dapat dilakukan dengan penghapusan ratusan peraturan perundang-undangan yang menghambat investasi di berbagai sektor.
Termasuk, pengurangan masa bongkar muat peti kemas (dwelling time) di Pelabuhan. Dulu, dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok dan Belawan mencapai tujuh hari. Namun, usai sidak Jokowi, bongkar muat tak lebih dari tiga hari.
"Karena memang sulit mengubah etos dan budaya kerja. Tidak mudah, tapi nyatanya bisa," katanya. (pmg)