Mandiri Capital Suntik Modal ke Perusahaan Fintech Amartha

Safyra Primadhyta , CNN Indonesia | Selasa, 07/03/2017 14:11 WIB
Mandiri Capital Suntik Modal ke Perusahaan Fintech Amartha Pada tahap pendanaan seri A ini, Mandiri Capital menggandeng Lynx Asia Partners dan investor yang telah bergabung sebelumnya yaitu Beenext dan Midplaza Holding. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mandiri Capital Indonesia (MCI) resmi berinvestasi pada perusahaan startup fintech bidang peer-to-peer lending (P2P), Amartha.

Pada tahap pendanaan seri A ini, MCI menggandeng Lynx Asia Partners dan investor yang telah bergabung sebelumnya yaitu Beenext dan Midplaza Holding.

Direktur Utama MCI Eddi Danusaputro mengungkapkan, ia tidak dapat membocorkan berapa nilai investasi yang disuntikkan kapada Amartha karena terikat kesepakatan dengan investor lain.

"Sebagai patokan, lazimnya, kalau perusahaan startup fintech melakukan pendanaan seri A dana yang dihimpun antara US$2 juta sampai US$5 juta," tutur Eddi dalam konferensi pers di Pasar Santa, Jakarta, Selasa (7/3).

Menurut Eddi, model bisnis Amartha sangat penting bagi perekonomian. Pasalnya, Amartha bisa menyentuh masyarakat yang sulit terjangkau oleh perbankan.

"Dengan pengalaman lebih dari tujuh tahun di segmen pembiayaan mikro, jaringan yang kuat di pelosok daerah dan leadership yang tangguh, Amartha mendukung visi Bank Mandiri untuk meningkatkan inklusi keuangan ke seluruh tanah air," ujarnya.

Andi Taufan Putra, CEO dan pendiri Amartha, menambahkan model bisnis perusahaannya bisa memodernisasi segmen mikro.

Melalui platform wesbsite yang menyediakan layanan pinjaman secara online, Amartha bisa menjembatani pelaku usaha mikro untuk memperoleh pinjaman dari investor individu (lender) antara Rp3 juta hingga Rp10 juta dengan tenor tiga, enam, dan 12 bulan.

"Meskipun jumlah tersebut dinilai kecil namun kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menciptakan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia di piramida paling bawah," ujarnya.

Pembayaran angsuran dilakukan setiap minggu dengan tingkat bunga di kisaran 5 hingga 20 persen, tergantung besar risiko. Sementara, imbal hasil (return) yang diterima lender bervariasi antara 10 hingga hampir 20 persen.

Dengan memanfaatkan 100 lebih agen, Amartha mampu mendekatkan diri langsung kepada calon peminjam yang sebagian besar berada di provinsi Jawa Barat dan Banten.

Guna memitigasi risiko gagal bayar, Amartha mewajibkan calon peminjam untuk tergabung dalam satu kelompok usaha yang terdiri dari 15 sampai 20 pelaku usaha.

"Pada saat ada anggota yang bermasalah dan berisiko gagal bayar, kelompok itu akan menanggung renteng," ujarnya.

Andi berharap, setelah mendapatkan suntikan modal baru, Amartha bisa tumbuh secara agresif dan memberikan dampak yang semakin luas.

"Semoga tahun ini, kami bisa menjangkau ratusan ribu peminjam di seluruh Jawa," ujarnya.

Hingga kini, Amartha sudah menyalurkan lebih dari Rp68 miliar pendanaan kepada 30 ribu pengusaha mikro perempuan dengan tingkat kredit macel (NPL) nol persen selama tujuh tahun berturut-turut.