Enggar menyebut Kementerian Perdagangan telah melayangkan surat keberatan tersebut kepada Perdagangan Internasional Word Trade Organization (WTO).
"Iyalah, keberatan kami. Kalau untuk Amerika, kami sudah menyampaikan ke WTO,” ujar Enggar di sela Rapat Kerja Nasional XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Senin (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pasti kami menyampaikan keberatan. Tinggi sekali itu (BMAD)," ujar Enggar.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menyatakan, sejak dikenakan BMAD oleh Uni Eropa pada tahun 2013, kinerja ekspor biodiesel dari Indonesia ke Uni Eropa turun sebesar 72,34 persen atau turun dari US$635 juta pada 2013 menjadi US$9 juta pada 2016.
Nilai BMAD yang ditetapkan cukup besar yaitu 8,8 persen-23,3 persen (76,94 euro-178,85 euro) per ton. Hal ini menyebabkan ekspor biodiesel Indonesia ke Uni Eropa mengalami kelesuan.