Mengutip Antara, Selasa (28/3), Duta Besar RI untuk Abuja Harry Purwanto mengaku, optimistis target itu tercapai setelah melihat antusiasme pengusaha Nigeria dalam pertemuan bisnis yang dilakukan antara KBRI dengan Plateu Chamber of Commerce, Industry, Mining, and Agriculture (PLACCIMA) di Plateau, Nigeria, kemarin.
Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut, yakni Harry Purwanto, Presiden PLACCIMA Elder Bulus Dareng, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Direktur Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos Nino Wawan Setiawan, dan Direktur Eksekutif Nigeria-Indonesia Commerce Association (NICA) Elvis, beserta 40 anggota PLACCIMA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan bisnis itu merupakan bagian dari program diplomasi ekonomi KBRI Abuja untuk memperluas akses pasar di Nigeria. Makanya, KBRI Abuja juga bakal lebih gencar mempromosikan produk Indonesia dalam berbagai ajang pameran, seperti Food West Africa 2017 di Lagos, AgriExpo 2017 di Abuja, dan Ghana International Trade Fair 2017 di Accra.
Pada 2016, sekitar 500 pengusaha dari 11 negara Afrika Barat mengikuti TEI dengan nilai komitmen investasi dan perdagangan sebesar US$129 juta.
Beberapa produk Indonesia yang menjadi primadona bagi pebisnis Nigeria, antara lain produk makanan-minuman, alat kesehatan, dan farmasi.
Perdagangan Indonesia-Nigeria pada 2016 bernilai sekitar US$1,6 miliar dengan ekspor non-migas Indonesia berkontribusi sekitar US$310 juta.