Direktur Utama Bintraco Dharma Sebastianus Harno Budi menjelaskan, pembukaan dua diler mobil tersebut akan menelan investasi mencapai sekitar Rp100 miliar-Rp110 miliar. Sebagian dana investasi tersebut atau sebesar Rp86,62 miliar menurut dia, akan dipenuhi dari sebagian dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO)
"Investasi (dua diler mobil) Rp100 miliar-Rp110 miliar. Sebagian dari IPO, nanti kurangnya akan berasal dari kas internal," terang Sebastianus, Senin (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan penambahan diler tersebut, manajamen berharap ada kenaikan penjualan pada akhir tahun ini sebesar 13 persen (yoy) menjadi sekitar Rp6 triliun dari sebelumnya sekitar Rp5,31 triliun.
Sebastianus mengaku optimis dengan kondisi industri otomotif tahun ini, khususnya penjualan mobil Toyota didudukung oleh pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, pangsa pasar Toyota sendiri ikut terkerek.
"Pertumbuhan ekonomi secara total membaik. Pasar penjualan mobil naik, jadi Toyota juga naik," tandasnya.
Selain membuka dua showroom, perusahaan menurut Sebastian, juga berencana menambah lima outlet PT Andalan Finance Indonesia (AFI) tahun ini. Saat ini, perusahaan tercatat memiliki 22 showroom Toyota dan 37 outlet Andalan Finance.
"Kalau ekspansi showroom Toyota memang fokus di Jawa Tengah dan Yogyakarta, tetapi kalau untuk Andalan Finance di seluruh Indonesia," jelas Sebastianus.
Sekadar informasi, hingga kuartal ketiga tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp4,98 triliun atau naik 23,5 persen (yoy). Dari jumlah tersebut, pendapatan bisnis otomotif menyumbang 86,3 persen, sedangkan pembiayaan kendaraan bermotor sebesar 13,7 persen.