Pasar Otomotif ASEAN Mulai Menggeliat di Kuartal II 2016

Agust Supriadi, CNN Indonesia | Selasa, 02/08/2016 19:23 WIB
Pasar Otomotif ASEAN Mulai Menggeliat di Kuartal II 2016 Caption Mobil-mobil yang akan dikeluarkan dari kapal di Tanjung Priok Car Terminal, Jakarta Utara, Rabu, 16 Desember 2014. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar mobil ASEAN mulai menggeliat pada kuartal II 2016 setelah sebelumnya anjlok berturut-turut dalam tiga bulan pertama tahun ini. Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan menjadi penyokong utamanya.

Berdasarkan statistik ASEAN Automotive Federation (AAF), penjualan mobil di kawasan mulai menjukkan tren positif sejak April dan berlanjut hingga akhir Juni 2016.


Secara persentase, penjualan mobil mulai tumbuh 7,8 persen pada April lalu, setelah pada tiga bulan sebelumnya negatif masing-masing 3,4 persen; 4,6 persen; dan 3,4 persen. Pertumbuhan penjualan berlanjut pada mei dan Juni, yang masing-masing tumbuh 12,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.


AAF mencatat, total penjualan mobil di ASEAN pada paruh pertama tahun ini sebanyak 1,52 juta unit atau tumbuh 3,2 persen dibandingkan dengan penjualan semester I 2015.

Indonesia sampai akhir Juni lalu masih menjadi penguasa pangsa pasar otomotif kawasan, dengan menyumbang penjualan hampir 531.929 unit. Meskipun penjualan otomotif di Indonesia naik 1,2 persen dibandingkan dengan penjualan mobil semester I 2015 yang sebanyak 525.491 unit, tetapi pangsa pasarnya ternyata menciut dari 35,4 persen menjadi 34,7 persen.


Indonesia bersama Filipina, Singapura, dan Vietnam merupakan bagian dari pasar otomotif ASEAN yang masih mencatatkan penjualan positif.  Sebaliknya, catatan negatif justru dibukukan Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam, yang penjualannya terus menurun sejak awal tahun.

Meningkatnya permintan mobil direspons prinsipal dengan meningkatkan kapasitas produksi. Secara kumulatif, produksi mobil di ASEAN sepanjang Januari-Juni 2016 sebanyak 2,02 juta unit, meningkat 2,8 persen dibandingkan dengan jumlah produksi enam bulan pertama tahun lalu yang sebanyak 1,96 juta unit.

Hampir separuh pasokan otomotif kawasan diproduksi di Thailand, dengan volume produksi mencapai 993.380 hingga Juni. Produksi mobil Thailand pada semester I 2016 meningkat 6,2 persen, meski penjualan di dalam negerinya melemah 0,1 persen.


Sebaliknya dengan Indonesia, permintaan kendaraan yang tinggi tak cukup menjadikan Indonesia sebagai produsen utama otomotif ASEAN. Kapasitas produksi mobil Indonesia sejauh ini masih kalah dari Thailand, yakni hanya 601.461 unit atau 29,7 persen dari total produksi ASEAN.

Sementara Malaysia, Vietnam, dan Filipina sedikit demi sedikit mulai meningkatkan kapasitas produksi mobilnya meski belum bisa menyangi dominasi Thailand dan Indonesia. (ags/gen)