Istana Beri Lampu Hijau Rumor Disneyland Masuk ke Boyolali
CNN Indonesia
Senin, 17 Apr 2017 15:16 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah pusat menyatakan terbuka dengan rencana pembangunan Disneyland di Boyolali. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menuturkan, pemerintah pusat mendukung investasi demi meningkatkan perekonomian daerah.
"Kalau memang Disneyland ada, ini investasi yang cukup besar. Kami sangat terbuka," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/4).
Pram berkata, pada dasarnya Indonesia sangat terbuka terhadap investasi berefek ganda terhadap pembangunan daerah. Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo fokus dalam meningkatkan perekonomian daerah.
Peningkatan pun dilakukan melalui mempermudah regulasi investasi di daerah. Pramono mengatakan, di sekitar Boyolali juga sedang dikembangkan triangle Solo, Klaten, dan Yogyakarta.
"Kalau kemudian Disneyland atau apapun membawa perbaikan ekonomi daerah termasuk Boyolali ini kan baik," ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.
Sebelumnya ramai diberitakan, Disneyland akan membangun wahana hiburan di atas lahan 100 hektare di Boyolali. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp6 triliun. Nilai investasi ini diberitakan sepenuhnya berasal dari investor asing.
"Kalau memang Disneyland ada, ini investasi yang cukup besar. Kami sangat terbuka," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/4).
Pram berkata, pada dasarnya Indonesia sangat terbuka terhadap investasi berefek ganda terhadap pembangunan daerah. Diketahui, dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo fokus dalam meningkatkan perekonomian daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kemudian Disneyland atau apapun membawa perbaikan ekonomi daerah termasuk Boyolali ini kan baik," ucap mantan Wakil Ketua DPR ini.
Sebelumnya ramai diberitakan, Disneyland akan membangun wahana hiburan di atas lahan 100 hektare di Boyolali. Proyek ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp6 triliun. Nilai investasi ini diberitakan sepenuhnya berasal dari investor asing.