Presiden Direktur Adaro, Garibaldi 'Boy' Thohir mengatakan jumlah dividen tersebut setara 30 persen dari total laba bersih perusahaan pada periode 2016 sebesar US$334,62 juta. Sementara, sisa laba bersih sebesar US$230,20 juta akan digunakan sebagai laba ditahan.
Ia menambahkan, pembagian itu termasuk pembayaran dividen tunai US$40,30 juta dan interim sebesar US$60,7 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi pasar batu bara 2016 mendukung kinerja operasi keuangan kami, sehingga mencapai target dan mencatat kemajuan yang signifikan tahun ini," ujar Boy di Hotel JW Marriot Mega Kuningan, Jakarta, (26/4).
Direktur Keuangan Adaro David Tendean mengatakan bahwa Adaro mempertahankan kewajiban pembagian dividen sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008 lalu. Dalam kurun waktu delapan tahun, ia mengklaim Adaro telah membagikan dividen sebanyak US$1 miliar.
"Setiap tahun pasti kita bayar dividen. Tidam pernah dalam satu tahun kami missed membagi dividen. Semenjak jadi perusahaan publik, total pembayaran dividen kami ke pemegang saham sudah US$1 miliar," paparnya.
Selain menetapkan dividen, perusahaan juga mengganti salah satu anggota dewan komisarisnya yaitu Ir. Subianto setelah meninggal dunia pada tanggal 4 Januari 2017 silam. Ia mengatakan, pemegang saham telah sepakat menunjuk Arini Saraswati Subianto sebagai pengganti komisaris sebelumnya.
"Di dalam rapat ini, pemegang saham juga sepakat untuk mengangkat putri Bapak Subianto untuk memegang jabatan komisaris berikutnya," paparnya.
Komposisi Dewan Komisaris Perseroan sebagai berikut
Presiden Komisaris : Edwin Soeryadjaya
Wakil Presiden Komisaris : Theodore Permadi Rachmat
Komisaris : Arini Saraswaty Subianto
Komisaris Independen : Palgunadi Tatit Setyawan
Komisaris Independen : Raden Pardede