Perwakilan ADB untuk Indonesia, Winfried F. Wicklien menilai peluang tersebut, yakni perbaikan peringkat kemudahan berusaha (Easy of Doing Business/EoDB) dan peringkat layak investasi yang diberikan lembaga pemeringkat, Standard and Poor’s (S&P) kepada Indonesia pada pekan lalu.
“Pekan lalu merupakan pekan terbesar bagi Indonesia di sisi investasi dengan adanya kenaikan peringkat dari S&P. Artinya, keseimbangan fiskal dan moneter Indonesia mampu menciptakan iklim investasi yang baik,” ujar Wicklien di kantor ADB Indonesia, Rabu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut, menurut Wicklien, menjadi modal yang baik untuk Indonesia untuk meningkatkan investasi. Apalagi jika Indonesia mampu menaikkan kembali peringkat kemudahan berusaha. Aliran dana segar dari investor pun niscaya akan banjir ke tanah air.
Untuk itu, ADB menilai, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi lebih baik lagi agar sejumlah penyerdehanaan perizinan yang telah dituangkan dalam paket kebijakan ekonomi dapat terimplementasi lebih baik lagi.
“Ini bagus, tapi saya pikir masih banyak yang harus ditingkatkan. Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan khususnya kepada pemerintah daerah,” imbuhnya.
Seperti diketahui, pada pekan lalu, S&P resmi menaikkan peringkat Indonesia dari ‘BB+’ menjadi ‘BBB-’ atau layak investasi. Dengan demikian, saat ini, Indonesia telah mengoleksi status layak investasi dari tiga lembaga pemeringkat, yakni S&P, Moody’s dan Fitch.