Dalam sindikasi tersebut, Bank Mandiri dan SMI sama-sama berperan sebagai join lead mandated arranger. Bank Mandiri mengambil porsi sebesar Rp1,19 triliun, sedangkan SMI berkontribusi sebesar Rp500 miliar.
SEVP Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengungkapkan, penyaluran pinjaman ini merupakan wujud dukungan Bank Mandiri pada penguatan konektivitas dan akses masyarakat pada angkutan masal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas modal kerja sindikasi ini memiliki jangka waktu 20 bulan dan akan dikucurkan dalam dua tranche (tahapan) yang disesuaikan dengan proses pengadaan kereta. Adapun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Alexandra memastikan tingkat bunga pinjaman tersebut berada dikisaran satu digit atau dibawah 10 persen.
Tak hanya itu, INKA juga tengah menyelesaikan proses kontrak untuk pasar ekspor diantaranya 50 kereta penumpang Broad Gauge (86) dan 200 kereta penumpang Meter Gauge (MG) ke Bangladesh. Kontrak ini didukung dengan pendanaan program National Interest Account, setelah pengiriman 150 unit kereta ke Bangladesh tahun 2016 sukses.
Sebagai informasi, total realisasi penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri per Maret 2 mencapai Rp118,7 triliun per Maret 2017 atau naik 26,6 persen secara tahunan (yoy). Dari nilai tersebut, pembiayaan pada sektor transportasi mencapai Rp27,6 triliun. Khusus subsektor perkeretaapian, pembiayaan yang telah disalurkan hingga akhir Maret 2017 mencapai Rp4,71 triliun.