Dikutip dari Reuters, pada awalnya harga minyak dibuka melemah setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain memutus hubungan diplomatik dengan Qatar akibat dituduh mendukung kelompok ekstremis dan menyokong Iran.
Kapal-kapal yang menuju atau berasal dari Qatar tidak diperbolehkan untuk berlabuh di Fujairah, Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecemasan itu masih timbul kendati Menteri Perminyakan Kuwait Essam al-Marzouq mengatakan bahwa Qatar tetap berkomitmen untuk membatasi produksi.
Tetap saja, harga minyak masih lemah 8 persen sejak OPEC dan beberapa anggota non-OPEC akan memperpanjang pemangkasan produksi hingga Maret 2018 mendatang. Adapun, kebijakan pemangkasan produksi ini seharusnya berakhir pada akhir Juni mendatang.
Selain itu, pelaku pasar juga mengalihkan perhatian dari ketegangan Timur Tengah ke data persediaan minyak AS yang akan dirilis hari Rabu waktu setempat. Jika persediaan minyak AS akan kembali menurun, analis memperkirakan bahwa kebijakan pemangkasan produksi OPEC efektif dalam memperketat suplai minyak.