Sekretaris Perusahaan Inalum Ricky Gunawan menuturkan, produk yang dikirim merupakan billet dan alloy yang baru diproduksi bulan ini. Namun, volume pengapalannya masih sedikit, yaitu 70 ton. Hal ini dikarenakan perusahaan masih melakukan ujicoba pasar.
"Produksi alloy dan billet kami sudah commisioning sejak awal bulan ini dan besok akan ada pengapalan perdana," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (22/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ricky mengungkapkan, belum maksimalnya kapasitas produksi billet dan alloy tahun ini disebabkan karena fasilitas hilir perusahaan baru dimulai pertengahan tahun ini. "Dengan asumsi baru mulai di bulan ini, maka hingga akhir tahun nanti mungkin produksi kami baru setengah dari kapasitasnya," papar dia
"Proyeksi penyerapan dua produk ini cukup besar, seperti alloy, akan kami kirimkan ke perusahaan, seperti Yamaha dan Prima Alloy Steel. Kami berharap, permintaannya akan cukup besar," imbuhnya.
Sebagai informasi, produksi hilir aluminium ini direncanakan bisa menopang produksi Inalum sebesar 500 ribu ton per tahun pada 2020 mendatang. Pada 2016, produksi Inalum tercatat sebesar 240 ribu ton atau sebesar 48 persen dari target produksi tahun 2020.
Kapasitas produksi perusahaan rencananya akan ditambah sampai 1 juta ton per tahun pada 2025 nanti demi memenuhi prediksi konsumsi domestik sebesar 1,3 juta ton per tahun.