Terpantau, harga sahamnya sudah berada di batas bawah sejak 19 Juni 2017 lalu. Salah satu pemicunya, yakni rencana akuisisi 7-Eleven oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang diikuti dengan penutupan seluruh gerai pada 30 Juni 2017.
Menilik pergerakan harga saham MDRN sejak awal Juni, memang harganya terbatas pada level Rp50 - Rp55 per saham. Sejak awal tahun ini, bahkan harga sahamnya hanya bergerak di kisaran Rp60 - Rp98 per saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku pasar menunggu (wait and see) saat berita akuisisi itu. Jadi, naiknya pun tidak banyak," ujar Al Fatih kepada CNNIndonesia.com, Senin (3/7).
Lihat juga:Siapa Pemilik 7-Eleven di Indonesia? |
"Tidak berubah. Kan yang diharapkan berita baik, jadi naik. Harga sudah di batas bawah," imbuhnya.
Ironisnya, saham MDRN sendiri boleh dibilang tidak termasuk saham likuid di pasar reguler. Alasannya, lagi-lagi, perkembangan bisnis perusahaan yang tidak membaik tahun ini.