Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menjelaskan, IHSG secara otomatis akan ditopang emiten berbasis energi karena sektor tersebut akan terkena dampak positif dari penguatan harga minyak dan batu bara.
"IHSG diperkirakan bergerak di support 5.745 dan resistance kembali menguji 5.810 hingga 5.830," terang David dalam risetnya, dikutip Rabu (12/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, aksi beli yang mulai kembali dilakukan oleh pelaku pasar akan menjadi penggerak dari IHSG hari ini. Sehingga, IHSG dapat menahan tren pelemahan yang tengah terjadi.
Adapun, IHSG pada perdagangan kemarin ditutup menguat 1,82 poin (0,03 persen) ke level 5.773 setelah bergerak di antara 5.765-5.784. Menurut David, bangkitnya IHSG ke zona hijau didorong oleh penguatan rupiah dan harga komoditas.
Sementara itu, indeks saham Wall Street bergerak bervariasi tadi malam. Dow Jones bergerak stagnan, S&P500 naik 0,08 persen, dan Nasdaq naik 0,27 persen.