"Kalau kami tidak melakukan itu, kartu kami tidak akan digunakan, karena kompetitor yang lain juga melakukan hal yang sama," ujar General Manager Kartu Kredit PT Bank Bukopin Tbk Mukdan Lubis dalam konferensi pers di Mal Kota Kasablanca, Selasa (7/8).
Makdun mengungkapkan, kartu kredit perseroan menyasar segmen keluarga. Mayoritas transaksi berasal dari belanja kebutuhan sehari-hari (groseri) serta kebutuhan kuliner. Karenanya, strategi promosi perseroan juga disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
Salah satunya dengan mengandeng pusat perbelanjaan, yaitu Mal Kota Kasablanka di Jakarta dan Mal Ambarukmo Plaza di Yogyakarta melalui program promo di pusat perbelanjaan (mall branding).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini, kata Makdun, cukup ampuh untuk mendongkrak transaksi kartu kredit perseroan. Buktinya, tahun lalu, program mall branding di Kota Kasablanka berhasil meningkatkan transaksi kartu kredit di pusat perbelanjaan itu hingga seribu persen dibandingkan nilai transaksi sebelum keduanya bermitra.
Dalam rangka perayaan kemerdekaan, pada 17-18 Agustus mendatang, perseroan menggelar program promo cashback 20 persen untuk transaksi kartu kredit di semua tenant di pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan itu, diskon pembelian gadget, hingga hadiah tiket pesawat pulang pergi untuk destinasi London dan Jepang bagi nasibah yang melakukan transaksi terbanyak.
"Untuk meningkatkan loyalitas pemegang kartu kredit, kami juga menawarkan beragam fitur menarik, seperti asurasi kecelakaan perjalanan, purchase protection, serta free executive lounge di bandara, reward point, cicilan nol persen, proteksi kredit dan one payment untuk transaksi bulanan," jelasnya.
Dari sisi jumlah kartu, perseroan menargetkan peningkatan sebesar 25 persen hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu menjadi 1,2 juta.
Direktur PT CIMB-Niaga Tbk Lani Darmawan juga mengaku, perseroan memperbanyak kegiatan promosi. "Kami bekerjasama dengan mitra usaha mulai dari department store retail, restoran, airlines, dan e-commerce untuk bisa menggairahkan penggunaan kartu kredit," tutur Lani.
Dengan langkah itu, perusahaan berhasil menjaga pertumbuhan transaksi kartu kredit tetap di dua digit. Berdasarkan laporan keuangan PT Bank CIMB Niaga Tbk, transaksi kartu kredit pada semester I 2017 tercatat tumbuh 13,1 persen secara tahunan jadi Rp8,12 triliun.
Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, transaksi kartu kredit perusahaan bisa tumbuh 25,5 persen menjadi Rp7,18 triliun. "Sejauh ini, pertumbuhan kartu kredit di semester I positif dan kami berharap masih bisa demikian sampai akhir tahun," ucap Lani.
Menurut Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, kartu kredit menyasar transaksi konsumsi kelas menengah yang cenderung masih mengalami konsolidasi secara gradual. Kendati demikian, konsumsi kelas menengah masih berpotensi untuk tumbuh. Makanya, bank berupaya untuk menangkap potensi tersebut.
"Transaksi kartu kredit menggambarkan pola konsumsi kelas menengah yang cenderung masih mengalami konsolidasi yang gradual, namun tetap tumbuh," imbuhnya.
Ia menilai, kecenderungan konsumen menunda dan melakukan penghematan konsumsi pada semester I 2017 terjadi karena faktor kenaikan inflasi sejak awal tahun yang diikuti oleh tahun ajaran baru sekolah. Tak ayal, penjualan otomotif dan ritel yang cenderung menurun pada paruh pertama tahun ini.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi kartu kredit pada paruh pertama tahun ini tumbuh 4,3 persen secara tahunan dari Rp139,7 triliun menjadi Rp145,7 triliun.
Sementara, volume transaksi kartu kredit tumbuh sedikit lebih kencang dengan capaian 162,35 juta transaksi atau naik 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Adapun, jumlah kartu kredit yang beredar tercatat 16,77 juta keping atau turun 3,8 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu, 17,41 juta keping.