Direktur Jenderal Penangan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) Andi Z Dulung mengatakan, porsi penyaluran yang besar kepada BRI lantaran bank pelat merah itu menjadi satu-satunya bank yang memiliki satelit. Sehingga, dapat menjangkau wilayah luar Jawa hingga pelosok Indonesia.
"Luar Jawa itu banyak BRI, karena pemilikiran kami, luar wilayah itu bisa di-cover dengan satu-satunya bank yang punya satelit," ujar Andi dalam diskusi di Hotel Pullman, Kamis (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya, di luar Jawa juga ada BNI, tapi khusus 44 kota utama di Jawa itu BNI semua. Kami lihat, berdasarkan kesiapan dan cakupan wilayah bank saja," katanya.
"Mereka lebih sedikit, karena sesuai dengan jumlah agen mereka di lapangan dan kesepakatan dengan mereka," terang dia.
Untuk tahap awal, pemberian bansos secara non tunai baru untuk program beras sejahtera (rastra). Nantinya, jenis bansos lainnya juga dialirkan melalui empat perbankan pelat merah itu.
"Harapannya, kalau kementerian lain ada bantuan juga, nanti bisa sama dengan rekening yang dimiliki penerima," imbuh Andi.
Masyarakat Melek Teknologi
Menurut Andi, penyaluran bansos non tunai tak terjegal masalah 'melek' teknologi dari masyarakat. Sebab, ia bilang, hampir seluruh masyarakat yang sebelumnya telah menerima bansos non tunai dengan sistem pencairan di mesin ATM bank bisa bertransaksi melalui ATM ataupun mesin EDC.
Bahkan, sambungnya, masyarakat miskin yang tak akrab dengan teknologi, misalnya di luar Jawa, juga tak mengalami kesulitan melakukan prosedur dan teknologi perbankan. "Cukup ajarin sekali, mereka bisa," ucapnya.
Bersamaan dengan sudah cukup 'melek'-nya masyarakat dengan sistem perbankan, Andi menyebut, bukan tidak mungkin nantinya pemerintah juga akan melirik perusahaan penyedia layanan teknologi keuangan (financial technology/fintech) untuk menyalurkan bansos. Sayangnya, Andi masih belum berbagi proyeksi lebih jauh.