Memang, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso mengakui, perseroan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Singapura itu. Namun, sejauh ini, perseroan hanya berniat menyewa fasilitas penyimpanan gas (storage) milik perusahaan mitra di Singapura sebagai transit gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).
"Yang kami bicarakan tentu membangun infrastrukturnya, logistik. Karena Singapura punya fasilitas untuk penyimpanan gas. Kalau soal impor gas kami tidak tahu, itu urusan pemerintah," ujarnya, Selasa (5/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:DPR Kupas Wacana Impor LNG dari Singapura |
Penyewaan storage ini bisa diteruskan, dengan catatan biaya transportasi LNG ke pembangkit PLN bisa lebih efisien. Namun, perusahaan negara tetangga tersebut baru membanderol tarif distribusi dan regasifikasi sebesar US$3,8 per MMBTU. Harga ini dianggap tidak kompetitif.
Lihat juga:PLN Ogah Beli Gas Cadangan dari Petronas |
Direktur Utama PLN Sofyan Basyir juga menegaskan, tidak ada wacana bagi perusahaannya untuk mengimpor gas dari luar negeri. Apalagi, saat ini, perusahaannya juga masih menghitung kebutuhan gas dengan rencana pasokan suplainya.
"Kalau masalah impor gas, saya tidak tahu. Kebutuhan gas sedang dihitung," paparnya.
Adapun, pemerintah memiliki dua opsi untuk mendatangkan LNG dari Singapura. Pertama, opsi pertukaran penggunaan LNG (swap). Kedua, adalah murni impor dari Singapura.
"Kalau mereka kasih harga yang menarik, kami pertimbangkan dong. Kan ujung-ujungnya ke harga jual masyarakat juga," terang Luhut.
Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026, pembangkit listrik tenaga gas akan mengambil porsi 26,7 persen dari bauran energi (energy mix) pada tahun 2026 mendatang sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026 mendatang.
Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan gas sebanyak 1.193 Trilion British Thermal Unit (TBTU) atau tiga kali lipat dibanding tahun 2016 sebanyak 606,5 TBTU. Dari jumlah tersebut, sebanyak 851 TBTU atau 71,33 persen dari kebutuhan gas bagi pembangkit akan disediakan dari LNG. (bir)