Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Nicke Widyawati mengatakan, FSRU dibangun sebagai pasokan gas bagi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sumbagut 3 dan 4 yang berkapasitas 2x250 Megawatt (MW). Adapun, pembangkit ini digarap oleh anak usaha PLN, PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang bermitra dengan perusahaan asal Qatar, Nebras Power.
"Untuk FSRU di Belawan itu, kami sedang buat feasibility study-nya," ujarnya ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pasokan gas dari PLTGU Belawan didatangkan dari blok Tangguh yang dikelola British Petroleum yang diregasifikasi di Arun dan dikirimkan melalui pipa transmisi Arun-Belawan yang dikelola PT Pertamina Gas.
Meski demikian, ia masih belum tahu kapasitas serta nilai pembangunan FSRU ini mengingat sedang dilakukan studi kelayakan. Namun, menurut perhitungan PLN, setiap 100 MW tenaga listrik membutuhkan gas 20 BBTUD.
Lihat juga:PLN Tampik Kabar Impor LNG dari Singapura |
Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026, pembangkit listrik tenaga gas akan mengambil porsi 26,7 persen dari bauran energi (energy mix) di 2026 sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017 hingga 2026 mendatang.
Oleh karenanya, Indonesia membutuhkan gas sebanyak 1.193 Trilion British Thermal Unit (TBTU) atau tiga kali lipat dibanding tahun 2016 sebanyak 606,5 TBTU. Dari jumlah tersebut, sebanyak 851 TBTU atau 71,33 persen dari kebutuhan gas bagi pembangkit akan disediakan dari LNG.