Pasalnya, porsi pendanaan multifinance saat ini masih sangat besar dan bergantung pada stimulus dari perbankan.
"Potensi penurunan selalu ada. Kalau perbankan turun, kami pasti turun. Jadi, memang selalu belakangan," ujar Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno, Kamis (14/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu kebijakan BI berdampak juga pada kami di industri tapi tidak serta merta BI bilang turun, industri langsung turun. Butuh waktu," terangnya.
"Tentu turunnya suku bunga itu bisa kalau ekonominya lagi bagus. Tapi kalau daya belinya lagi seperti ini, ya kami harus lihat lagi," imbuhnya.
Pada dasarnya, tak ada angka rerata untuk bunga kredit multifinance karena bunga kredit per pelaku perusahaan terus bersaing dan disesuaikan dengan segmen dan jenis pinjaman.
Adapun per Januari-Juli 2017, piutang pembiayaan multifinance tumbuh 9,56 persen menjadi Rp406,51 triliun dari Rp371,03 triliun. Pembiayaan ini terdiri dari pembiayaan konvensional Rp373,17 triliun dan pembiayaan syariah Rp33,44 triliun.