Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, pengoperasian terminal kendaraan ditargetkan mulai Maret 2019 mendatang. Target ini bisa terlaksana lantaran pembebasan lahan telah dilakukan bersama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan.
"Dengan LMAN, secara prinsip sudah untuk pembebasan lahan, kami tinggal finalisasi," ujarnya, Kamis (14/9) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsorsium itu akan dipegang oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II dalam bentuk penugasan dan pihak swasta berdasarkan proses lelang.
"Kami elaborasi supaya pemerintah tetap punya, tapi swasta juga dapat kesempatan. Belum tentu (pemerintah yang lebih besar)," terang Budi Karya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, saat ini, pemerintah tengah melihat aspek hukum untuk mengadakan lelang.
"Lagi di lihat aspek hukumnya. Kami mesti lihat, jangan ada yang salah," tegas Luhut.
Pembiayaan tersebut diperoleh melalui kerja sama dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang (Japan Internasional Cooperation Agency/JICA). Adapun, sekitar Rp13,7 triliun dari JICA akan cair pada Januari 2018 mendatang.
Sisanya, sebanyak Rp8,26 triliun atau 19 persen dipenuhi oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp4,35 triliun atau 10 persen terakhir ditutup oleh investasi swasta.