Menteri Susi Ingatkan Stok Ikan Jangan Susut Lagi

Lely Kusuma, CNN Indonesia | Senin, 18/09/2017 14:24 WIB
Menteri Susi Ingatkan Stok Ikan Jangan Susut Lagi Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta masyarakat dapat menjaga stok ikan di kawasan perairan nasional agar tidak kembali menurun karena pencurian ikan. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Kelautan dan Perikanan meminta masyarakat dapat menjaga stok ikan di kawasan perairan nasional agar tidak kembali menurun karena pencurian ikan seperti sebelumnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, seluruh pihak wajib menjaga dan memantau kondisi kawasan perairan di berbagai daerah agar tak ada lagi aktivitas penangkapan ikan ilegal.

"Sekarang ikan (sudah) banyak, jangan sampai stok ikan turun lagi. Kita harus pastikan ikan tetap banyak dan ada," ujarnya seperti dikutip Antara, Senin (18/9)


Pendiri Maskapai Perintis Susi Air itu juga menegaskan agar kapal-kapal besar yang menggunakan alat tangkap tak ramah lingkungan untuk menangkap ikan di kawasan laut nasional harus ditindak oleh aparat.


Berdasarkan pemberitaan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Zulficar Mochtar mengaku, pihaknya mengukur potensi sumber daya perikanan di kawasan perairan nasional setiap tahun. Hal itu menjadi dasar kebijakan yang menentukan batas jumlah perikanan yang boleh ditangkap secara berkala.

"Riset yang kami jalankan setiap tahun adalah melakukan penilaian stok (stock assessment) melalui pendekatan ilmiah sehingga menentukan berapa jumlah ikan yang bisa diambil agar sumber daya perikanan tetap berkelanjutan," ujar Zulficar.

Menurut Zulficar, hasil riset penilaian stok ikan itu dibutuhkan untuk menjawab persoalan dari segi ilmiah, serta sebagai dasar membangun suatu kebijakan.


Sebelumnya, potensi perikanan tangkap di 11 wilayah pengelolaan perikanan yang tersebar di seluruh kawasan perairan Indonesia diperkirakan mencapai 9,9 juta ton, atau meningkat dari potensi tahun 2011 sebesar 6,5 juta ton.

Hal tersebut berasal dari stock assesment yang dilakukan sepanjang tahun 2016 dengan cakupan wilayah 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan.

Berdasarkan hasil itu, KKP mengeluarkan Kepmen KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 tentang Estimasi Potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP NRI dengan estimasi potensi sebesar 9,9 juta ton.