Analis Saham: Langkah Ritel Geser Strategi Bisnis Sudah Tepat

dit, CNN Indonesia | Selasa, 19/09/2017 07:16 WIB
Analis Saham: Langkah Ritel Geser Strategi Bisnis Sudah Tepat Foto: CNN Indonesia/Galih Gumelar
Jakarta, CNN Indonesia -- Tutupnya dua gerai ritel Matahari yang berada di kawasan Blok M dan Manggarai beberapa waktu lalu menambah deretan melesunya raksasa ritel di Indonesia.

Sebelumnya, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) juga menutup beberapa gerainya dengan dalih mengubah format penjualan. Disusul kemudian PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) juga menutup dua gerainya pada akhir September 2017 dengan alasan yang sama.

Analis saham perusahaan sektor ritel menilai pergeseran strategi yang dilakukan emiten ritel merupakan langkah tepat untuk tetap bertahan di tengah gejolak disrupsi teknologi.



Menurut Analis Saham PT First Asia Capital David Sutyanto, langkah taktis yang diambil oleh Matahari untuk menutup gerai yang kinerjanya tidak optimal merupakan strategi yang benar agar Matahari bisa tetap bertahan hidup.

"Itu bukanlah langkah mundur, tapi langkah cerdas demi keberlangsungan perusahaan", tulisnya kepada tim CNNindonesia.com, Senin (18/9)

Meski melesu sementara, ia menilai industri ritel di Indonesia masih dalam keadaan yang cukup baik. Menurut dia, industri ritel harus cermat dalam menangani perlambatan pertumbuhan konsumsi yang terjadi saat ini.

Ia juga menyebutkan, terdapat sejumlah faktor yang mendorong perlambatan pertumbuhan konsumsi pada saat ini. Perlambatan ekonomi dunia secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan nasional yang berimbas pada pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang berorientasi jangka panjang menjadi salah satu faktor lambannya pertumbuhan konsumsi tersebut. Kebijakan pemerintah mengenai pencabutan subsidi dan pengetatan pajak juga mengakibatkan minimnya stimulus jangka pendek yang menyebabkan tingkat konsumsi menurun.

Kemunculan e-commerce menyebabkan hadirnya tren belanja yang baru di tengah masyarakat. Tak hanya itu, David berpendapat, perubahan perilaku berbelanja terjadi pada kelas menengah yang konsumtif. Mereka dinilai sudah mulai beriorientasi pada investasi dibandingkan konsumsi, terbukti dari terjadinya peningkatan dana pihak ketiga.



Sebagai informasi, Sekretaris Perusahaan Matahari Departement Store Miranti Susilo mengungkapkan, penutupan dua gerai tersebut dikarenakan tidak mencapai target perusahaan. Kendati demikian, ia menyatakan pangsa pasar Matahari masih masih berada dalam kategori yang potensial dan akan membuka beberapa gerai baru.

"Kami akan membuka 1-3 gerai baru sampai akhir tahun, 1 di Jawa & 2 di luar Jawa," ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa Matahari akan terus menjalankan program ekspansi gerai - gerai baru. Gerai - gerai baru akan terus dibuka di beberapa mall yang ada di luar pulau Jawa. (lav/lav)