Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri akan menarik investor untuk melakukan aksi beli saham. Dengan demikian, IHSG berpeluang tetap perkasa, meski nilai tukar rupiah sedang melemah.
Sebelumnya, rupiah melemah 57 poin atau 0,43 persen ke level Rp13.339 per dolar Amerika Serikat (AS) setelah bergerak dalam rentang Rp12.886-Rp13.873.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, aksi jual asing dan aksi ambil untung (profit taking) juga diramalkan tidak menghalangi IHSG tetap berada di zona hijaunya, karena jumlah volume aksi beli yang semakin bertambah.
Sementara, Analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menyatakan, hasil rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan akan memengaruhi pola gerak IHSG. Diprediksi, BI tidak mengubah tingkat suku bunga acuan dari posisi saat ini, yakni 4,5 persen.
Selain suku bunga acuan BI, sejumlah harga komoditas yang masih berfluktuasi juga akan mewarnai laju IHSG. Namun, IHSG diprediksi menguat dalam rentang support 5.813 dan resistance 5.927.
Pada Rabu (20/9), IHSG ditutup menguat 5,24 poin (0,09 persen) ke level 5.906 setelah bergerak di antara 5.885-5.908. Sementara, investor membukukan transaksi sebesar Rp6,33 triliun dengan volume 8,04 miliar saham.
Sayangnya, tadi malam Bursa Saham Wall Street bergerak melemah. Dow Jones merosot 0,24 persen, S&P500 turun 0,3 persen, dan Nasdaq melemah 0,52 persen. (bir)