Direktur Operasi dan Teknik Railink Porwanto Handry Nugroho mengungkapkan, pengembangan ARTS telah dilakukan selama satu tahun. Dalam pengembangannya, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II (Persero) ini telah menginvestasikan dana mencapai Rp 30 miliar.
"ARTS (Airport Railway Wanting System) ini merupakan sistem ticketing yang dikembangkan sendiri oleh PT Railink," ujar Porwanto dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cashless, berarti tidak ada lagi pembayaran tunai yang dilakukan pada semua chanel penjualan tiket KA Bandara yang disediakan oleh ARTS. Cardless, berarti ARTS tidak mengeluarkan kartu khusus sebagai alat transaksi.
"Jadi setiap penumpang dapat melakukan pembayaran dengan menggunakan kartu perbankan yang mereka miliki baik berupa kartu debet, kartu kredit, maupun prepaid," ujarny.
Dalam penyelenggaraan ARTS, perseroan telah bekerjasama dengan perbankan, payment gateway dan penyedia jaringan. Dari perbankan beberapa diantaranya BCA, Bank Danamon, Bank DKI, Bank Maybank Indonesia, Bank Permata dan Bank QNB. Selain itu, ada juga Telkomsel dengan produk TCASH nya. Sementara dari payment gateway ada DOKU, Midtrans, Artasaja, Finnet dan Kartuku. Sedangkan pihak sebagai penyedia jaringan adalah ICON+.
Untuk tahap awal, Railink akan memasang empat unit mesin vending machine bersistem ARTS di Stasiun Sudirman dan empat unit di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Namun, ke depannya akan ditambah sesuai dengan kebutuhan.
"Melalui ARTS, perusahaan siap mendukung pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta dalam waktu dekat, dan kami berharap melalui sitem ini selain dapat memberikan pelayanan yang mudah, cepat dan handal juga dapat dijadikan sebagai acuan sistem ticketing untuk transportasi publik lainnya," pungkasnya (agi)