Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, aksi jual ini dilakukan pelaku pasar merespon pelemahan laju bursa saham Wall Street sebelumnya. Mereka menurut dia, memilih untuk mengambil untung (profit taking).
"Akibatnya tren permulaan IHSG untuk naik kembali terganggu dengan adanya aksi jual tersebut," ungkap Reza dalam risetnya, dikutip Rabu (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serta sikap menahan diri pelaku pasar jelang rilis kinerja emiten," imbuh Reza.
Sementara itu, analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menilai, IHSG akan bergerak terkonsolidasi tertekan bila dilihat secara teknikal. Menurutnya, IHSG diprediksi bergerak dalam rentang support 5.870 dan resistance 5.927.
"Arah pergerakan yang masih cenderung bearish (melemah)," terang Lanjar.
Pada perdagangan kemarin, Selasa (10/10), IHSG ditutup melemah di level 5.905 atau turun 9,17 poin (0,15 persen). Namun, IHSG sempat menyentuh level 5.927 untuk angka tertingginya dan 5.896 untuk level terbawahnya. (agi)