Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis menyebutkan, pihaknya telah bermitra dengan sebanyak 27.500 petani tembakau yang menggarap lahan seluas 24.500 hektar untuk menggunakan inovasi terbaru Sistem Produksi Terpadu.
Menurut dia, Sistem Produksi Terpadu diperkenalkan kepada petani di daerah yang menjadi lumbung penghasil tembakau, seperti Rembang, Lombok, dan Wonogiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui Sistem Produksi Terpadu, petani tembakau diperkenalkan dengan teknologi dan praktik efektif. Salah satunya, teknik pembakaran dengan sistem rocket barn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen.
Dalam pelaksanaannya, sistem tersebut melibatkan tiga komponen utama yakni, petani, pemasok, dan pabrikan. Para petani mitra akan mendapat akses permodalan, sarana dan prasarana pertanian, serta akses pasar bagi hasil produksi.
Program tersebut dinilai sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan inovasi demi meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau sehingga bisa bersaing di rantai pasar nasional maupun global.