Semen Indonesia Setop Pembangunan Pabrik di Pidie

Lavinda, CNN Indonesia | Senin, 16/10/2017 12:51 WIB
Semen Indonesia Setop Pembangunan Pabrik di Pidie Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Semen Indonesia Aceh menghentikan proyek pembangunan pabrik di Laweung, Kabupaten Pidie, Aceh, sampai persoalan lahan selesai.

PT Semen Indonesia Aceh merupakan perusahaan patungan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan perusahaan lokal PT Samana Citra Agung untuk menggarap proyek pabrik semen di Laweung. PT Samana Citra selaku pihak pemilik lahan pabrik menggenggam saham dengan porsi 12 persen.

Hingga saat ini, PT Semen Indonesia Aceh disebut-sebut telah menghabiskan dana Rp300 miliar untuk pembangunan pabrik tersebut.



"Masalah lahan telah kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk menyelesaikannya. Bila masalah sudah selesai maka pembangunan akan kami lanjutkan," kata Direktur Utama PT Semen Indonesia Aceh Bahar Syamsu seperti dikutip dari ANTARA, Senin(16/10).

Perusahaan mengklaim, lahan seluas 1.550 hektare yang dikuasai PT Samana sudah sah secara hukum, ditandai dengan adanya sertifikat tanah.

Namun, perusahaan tak bisa menjalankan pembangunan proyek karena masih banyak masalah di lapangan. Masyarakat mengakui lahan itu sebagai milik mereka dan belum menerima ganti rugi.

Jadi, Semen Indonesia menyerahkan persoalan tersebut kepada perusahaan lokal untuk diselesaikan bersama dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pidie.


Namun, Bahar Syamsu yakin proyek senilai Rp5,8 triliun itu bisa berjalan karena secara umum masyarakat Aceh dianggap menginginkan pabrik PT Semen Indonesia Aceh tetap terwujud.

"Masyarakat sekarang menyerahkan masalah lahan ke bupati, jadi sekarang tugas bupati bersama PT Samana Citra Agung menyelesaikan masalah ini. Saya yakin masalah lahan ini segera selesai, apabila semua pihak saling komunikasi," paparnya.

Dengan penghentian proyek tersebut, dijelaskan, maka seluruh kegiatan sosial perusahaan (CSR) baik yang selama ini telah direncanakan maupun sudah berjalan juga mengalami penundaan terhitung 10 Oktober 2017.