BI Sebut Penjualan Ritel Naik Meski Lotus Tutup Gerai

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 23/10/2017 18:52 WIB
BI Sebut Penjualan Ritel Naik Meski Lotus Tutup Gerai Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Agustus 2017, Indeks Penjualan Riil tumbuh 2,2 persen secara tahunan, setelah pada bulan sebelumnya turun 3,3 persen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menilai penjualan ritel mulai menunjukkan tren membaik meskipun sejumlah gerai ritel ditutup. Terakhir, pusat perbelanjaan Lotus di Sarinah, Jakarta, mengumumkan penutupan gerainya.

"Saya tidak bisa bicara secara mikro. Tetapi secara umum, kami dalam rapat kemarin melihat ritel sudah ada perbaikan. Dalam arti, sudah ada peningkatan penjualan di kisaran rata-rata 5 persen," tutur Gubernur BI Agus DW Martowardojo usai menghadiri rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senin (23/10).

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Agustus 2017, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 2,2 persen secara tahunan, setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi 3,3 persen secara tahunan.



Kemudian, peningkatan penjualan eceran diperkirakan berlanjut pada September 2017. Hal ini terindikasi dari IPR September 2017 yang tumbuh 2,4 persen secara tahunan.

Peningkatan penjualan ritel itu ditopang oleh kelompok makanan yang diperkirakan masih tumbuh relatif stabil, disertai perbaikan penjualan ritel pada kelompok non makanan walaupun masih tumbuh negatif.

Selain itu, lanjut Agus, penjualan industri otomotif dan sepeda motor sudah ada perbaikan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), penjualan mobil selama sembilan bulan pertama tahun ini mencapai 803.757 unit mobil atau tumbuh 2,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 783.450 unit.


Sementara, kontraksi penjualan motor hingga akhir September 2017 juga lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (AISI) penjualan motor sepanjang Januari-September mencapai 4,34 juta unit atau turun tipis 0,2 persen dari periode yang sama tahun lalu keok 9,74 persen.

"Kami juga melihat beberapa industri perdagangan, perhotelan, dan restoran itu semua menunjukkan kondisi penjualan yang lebih baik," jelasnya.

Perbaikan penjualan industri juga berbanding lurus dengan perbaikan ekspor. Tercatat, hingga akhir September 2017, ekspor tumbuh 17,36 persen secara tahunan menjadi US$123,36 miliar.