Unitlink merupakan produk asuransi jiwa berbasis investasi. Ini berarti, premi yang dibayar nasabah unitlink tidak hanya masuk ke keranjang proteksi, tetapi juga ke keranjang investasi.
Wakil Direktur Utama BNI Life Insurance Geger N Maulana mengatakan, ada sebagian nasabah yang memanfaatkan kondisi pasar modal yang tengah moncer ini untuk mendapatkan keuntungan dengan mengajukan penarikan sebagian (klaim partial withdrawal).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun begitu, dampak penarikan sebagian investasi nasabahnya tidak berdampak signifikan pada jumlah dana kelolaan perusahaan. Pasalnya, jumlah nasabah yang mengambil untung tersebut terbilang tidak terlalu marak.
Sementara, hingga pertengahan tahun ini, mayoritas nasabah memilih keranjang saham dalam basis penempatan dananya di unitlink.
Setali tiga uang, Direktur Utama Wannartha Life Yanes Matulatuwa mengungkapkan, mayoritas nasabah unitlink memiliki orientasi jangka panjang dalam berinvestasi.
"Saya pikir, sangat kecil, karena tipikal nasabah Indonesia yang bukan tipe profit taker," kata Yanes.
Namun demikian, kecilnya jumlah klaim partial withdrawal di Wanaartha Life juga tak lepas dari masih sedikitnya jumlah dana kelolaan (Under Asset Managamenet/AUM) perusahaan yang hingga akhir September 2017 tercatat sebesar Rp120 miliar.
"Ini sebenarnya bergantung dari preferensinya para pemegang polis," tutur Togar.
Unitlink sendiri, lanjut Togar, merupakan salah satu produk asuransi dengan tujuan jangka panjang. Sehingga, belum tentu seluruh pemegang polis serta merta menjual unit reksa dana sahamnya ketika IHSG tengah melejit.
"Jadi, apakah para pemegang polis otomatis akan jual bila indeks naik, kayaknya sih enggak ya," pungkasnya.
Sekadar mengingkatkan, IHSG menembus rekor terbarunya hingga ke level 6.025 pada penutupan hari Rabu (25/10) kemarin. Setelah itu, laju IHSG terpantau melemah pada perdagangan Kamis (26/10) dan ditutup di level 5.995.