"Pernyataan pengelola jalan tol bahwa otomatisasi bisa menghemat waktu transaksi di gardu tol 90 persen hingga 100 persen, secara kasat mata tidak terbukti," ujar Tulus mengutip ANTARA, Kamis (2/11).
Ia mengatakan, setelah otomatisasi transaksi di gardu tol diberlakukan, masih terlihat antrean pembayaran yang panjang, seperti sebelum pemberlakuan otomatisasi. Itu artinya, otomatisasi yang dimaksudkan untuk memangkas antrean kendaraan telah gagal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum lagi, masih banyak pengguna jalan tol yang belum terbiasa menggunakan uang elektronik, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk menempel di mesin pembaca kartu," tutur dia.
Lihat juga:Masih Ada Petugas Berjaga-jaga di Gardu Tol |
"Secara kasat mata, menggunakan uang elektronik atau membayar tol secara manual waktu transaksi yang diperlukan di gardu tol sama saja," katanya.
Penggunaan uang elektronik untuk transaksi di gardu tol telah diberlakukan sepenuhnya di ruas-ruas jalan tol. Di sejumlah gardu tol, sudah tidak terlihat lagi petugas pengumpul tol sebagaimana sebelum otomatisasi jalan tol diberlakukan.