Vice President Divisi Management Operasi Raddy Lukman menuturkan, perusahaan tengah menawarkan tiga eks gerbang tol yakni Cimanggis, Karang Utama, dan Cibubur Utama sebagai lokasi strategis drive thru. Ia bilang, pengembangan drive thru top up uang elektronik bisa memperbaiki nilai manfaat bekas gerbang tol yang terbengkalai.
“Jasa Marga sudah menawarkan, sudah koordinasi dengan bank. Hanya saja, memang belum ada respons. Artinya itu diharapkan bisa, ada beberapa bank di sana, karena lajurnya sangat dimungkinkan,” jelas Raddy, Senin (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Besok, Transaksi Tol Non Tunai Resmi Berlaku |
Raddy bilang, saat ini memang isi ulang dilakukan di gerbang tol, namun konsekuensinya bisa memperlambat waktu tempuh.
“Makanya, (calon lokasi drive thru) sebenarnya tidak berada di lajur yang berpotensi macet. Jadi kalau mau top up, pelanggan tinggal belok ke lajur atau sayap tadi, lalu masuk lagi ke lajur utama,” paparnya.
Selain itu, rencananya top up uang elektronik juga bisa dilakukan di gardu tol. Asal, gardu tol tersebut memiliki frekuensi kendaraan yang cukup padat.
“Ini memang akan dipasang di lokasi-lokasi tertentu. Misalkan kalau ada 10 gardu di satu gerbang tol, mungkin top up baru dipasang di dua gerbang tol saja. Kalau kurang bisa top up di situ,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ketentuan mengenai elektronifikasi jalan tol dimuat di dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 16 Tahun 2017. Setelah pemberlakuan elektronifikasi jalan tol, nantinya pemerintah akan mengimplementasikan sistem transaksi tol tanpa menghentikan kendaraan (multi lane free flow) pada Desember 2018.
Hingga 27 Oktober 2017, transaksi jalan tol non tunai sudah mencapai 92 persen dari total seluruh transaksi. Angka ini meningkat tajam dibanding akhir tahun lalu 25,47 persen