Bank Diminta Garap Drive Thru Top Up Uang Elektronik di Tol

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 09:21 WIB
Bank Diminta Garap Drive Thru Top Up Uang Elektronik di Tol Jasa Marga menawarkan beberapa gerbang tol yang tak terpakai sebagai lokasi drive thru top up uang elektronik guna melancarkan tranksasi tol non tunai. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk meminta perbankan untuk menyediakan drive thru (layanan tanpa turun dari kendaraan) top up (isi ulang) uang elektronik demi melancarkan transaksi tol non tunai. Untuk mengakomodasi hal ini, Jasa Marga akan menawarkan beberapa gerbang tol yang tak terpakai lagi sebagai lokasi drive thru.

Vice President Divisi Management Operasi Raddy Lukman menuturkan, perusahaan tengah menawarkan tiga eks gerbang tol yakni Cimanggis, Karang Utama, dan Cibubur Utama sebagai lokasi strategis drive thru. Ia bilang, pengembangan drive thru top up uang elektronik bisa memperbaiki nilai manfaat bekas gerbang tol yang terbengkalai.

“Jasa Marga sudah menawarkan, sudah koordinasi dengan bank. Hanya saja, memang belum ada respons. Artinya itu diharapkan bisa, ada beberapa bank di sana, karena lajurnya sangat dimungkinkan,” jelas Raddy, Senin (30/10).


Ia melanjutkan, usulan ini pun sudah mendapat lampu hijau dari Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pasalnya, pembangunan drive thru isi ulang uang elektronik dianggap lebih efisien ketimbang isi ulang di gerbang tol.

Raddy bilang, saat ini memang isi ulang dilakukan di gerbang tol, namun konsekuensinya bisa memperlambat waktu tempuh.

“Makanya, (calon lokasi drive thru) sebenarnya tidak berada di lajur yang berpotensi macet. Jadi kalau mau top up, pelanggan tinggal belok ke lajur atau sayap tadi, lalu masuk lagi ke lajur utama,” paparnya.

Adapun dalam waktu dekat, Jasa Marga dan perbankan sepakat untuk menambah mesin Electronic Data Capture (EDC) di kantor gerbang tol. Ia mencontohkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang akan menambah EDC sebanyak 200 unit dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang juga akan menambah EDC sebanyak 186.

Selain itu, rencananya top up uang elektronik juga bisa dilakukan di gardu tol. Asal, gardu tol tersebut memiliki frekuensi kendaraan yang cukup padat.

“Ini memang akan dipasang di lokasi-lokasi tertentu. Misalkan kalau ada 10 gardu di satu gerbang tol, mungkin top up baru dipasang di dua gerbang tol saja. Kalau kurang bisa top up di situ,” pungkasnya.

Sebagai informasi, ketentuan mengenai elektronifikasi jalan tol dimuat di dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 16 Tahun 2017. Setelah pemberlakuan elektronifikasi jalan tol, nantinya pemerintah akan mengimplementasikan sistem transaksi tol tanpa menghentikan kendaraan (multi lane free flow) pada Desember 2018.

Hingga 27 Oktober 2017, transaksi jalan tol non tunai sudah mencapai 92 persen dari total seluruh transaksi. Angka ini meningkat tajam dibanding akhir tahun lalu 25,47 persen