BI Tegaskan Non Tunai Tak Gantikan Transaksi Tunai

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 27/10/2017 20:40 WIB
BI Tegaskan Non Tunai Tak Gantikan Transaksi Tunai Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa pembayaran non tunai justru akan menjadi pelengkap dalam sistem pembayaran di Indonesia. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa transaksi non tunai tidak akan menggantikan atau menghilangkan pembayaran dengan uang tunai di masa mendatang. Pembayaran non tunai disebut menjadi pelengkap dalam sistem pembayaran di Indonesia.

"Kalau ekonomi bertumbuh, pasti kebutuhan akan uang meningkat, baik tunai dan non tunai. Non tunai menggantikan tunai? Tidak. Non tunai melengkapi tunai? Iya," ujar Direktur Pengembangan Sistem Pembayaran Ritel dan Keuangan Inklusif BI Pungky P Wibowo, Jumat (27/10).

Ia mengungkapkan, efisiensi yang tercipta dari penggunaan uang elektronik sangat besar. Sebagai gambaran, untuk satu jenis bantuan sosial, pemerintah harus menanggung beban Rp9 ribu hingga Rp13 ribu untuk penyaluran 10 juta penerima bantuan sosial per bulan atau sekitar Rp1,2 triliun per tahun.


Nah, dengan non tunai, pemerintah bisa menghemat belaja negara untuk kepentingan yang lebih prioritas. "Dengan bantuan non tunai, berapa biaya yang dibayarkan pemerintah kepada bank? Nol," terang dia.

Selain itu, pembayaran non tunai juga menjadikan transaksi menjadi aman dan tercatat. Transaksi juga lancar karena melalui sistem resmi yang diatur oleh otoritas.

"Karenanya, Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) adalah sebuah keharusan," katanya.

Makanya, BI meminta dukungan dan koordinasi dengan berbagai instansi untuk menyuksesan gerakan ini. Misalnya, dalam hal penyediaan infrastruktur dan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali menilai, sistem pembayaran yang berlaku harus bisa mengakomodir keberagaman masyarakat Indonesia. 

Ada golongan masyarakat yang sudah siap mengadopsi sistem non tunai dengan cepat karena memiliki teknologi yang diperlukan. Misalnya, telepon seluler pintar. Di sisi lain ada golongan yang masih memiliki keterbatasan.

Oleh karena itu, Rhenald melanjutkan, arah GNNT adalah mengurangi penggunaan transaksi tunai bukan menghilangkan.

"Orang Indonesia dari dulu dual economy. Ada orang yang sudah siap cashless. Ada orang yang belum siap. Jadi, ekonomi tunai tetap akan jalan," terang Rhenald.

Setelah penyaluran bantuan sosial secara non tunai, BI dan instansi terkait saat ini tengah melaksanakan program elektronifikasi pembayaran jalan tol yang akan berlaku sepenuhnya pada 31 Oktober 2017. 

Setelah itu, BI masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengintegrasikan sistem pembayaran seluruh moda transpotasi di Indonesia.