"Freeport saja yang sudah bekerja puluhan tahun di sini ingin kita percepat divestasinya. Padahal sebenarnya lebih baik kita membuat suatu investasi di greenfield," tutur JK saat memberikan sambutan dalam Prospek Ekonomi Indonesia 2018 di Hotel Aryaduta, Kamis (2/11).
Alih-alih mengucurkan modal untuk divestasi, JK menilai sebaiknya negara berinvestasi pada hal-hal lain yang dibutuhkan, seperti fasilitas pemurnian atau smelter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun mampu untuk menjalankan usaha, tetapi menurut dia, Indonesia masih membutuhkan investasi asing untuk pembangunan.
Pada era Hugo Chavez, pemerintah Venezuela yang kaya dengan cadangan minyak ingin mengambil alih sektor energi dan mempergunakannya sebagai alat politik. Tak lama investor asing seperti perusahaan minyak Exxon dan Chevron pun hengkang.
Sayangnya, pemerintah tidak siap dalam mengelola sektor tersebut terlebih korupsi marak dilakukan. Akibatnya, Venezuela kehilangan kepercayaan investor dan sulit menarik investasi
"Negara yang begitu kayanya dulu terus menjadi miskin karena kehilangan kepercayaan dari investor dari manapun, karena memaksakan mengambil alih, dan kemudian dia korup, sehingga Venezuela begitu tragisnya yang terjadi," ujarnya.