Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menjelaskan, sikap ini diambil setelah IHSG kembali mencetak rekor terbarunya pada Rabu (1/11) lalu di level 6.038. Akibatnya, IHSG kembali bergerak di teritori negatif.
"IHSG pun berpotensi terkoreksi sehat, dimana pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk melepas posisi maupun merealisasikan keuntungan," papar Reza dalam risetnya, dikutip Jumat (3/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG berpotensi untuk melaju ke zona hijau didorong oleh aksi beli pelaku pasar asing (net buy) yang mulai kembali masuk.
"IHSG terlihat memiliki kemampuan besar untuk kembali menggeser ke arah yang lebih atas dengan peluang akan dapat kembali mencetak rekor baru lagi ," terang William dalam risetnya.
Melihat kondisi ini, William optimis IHSG akan menguat dengan rentang support 5.942 dan resistance 6.088.
Adapun, IHSG pada perdagangan kemarin terkoreksi 7,03 poin (0,11 persen) ke level 6.031. Sementara, rupiah menguat ke level Rp13.552 per dolar AS.
Lihat juga:Pertumbuhan Penjualan Unilever Terus Merosot |