Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, tingkat inflasi yang rendah bisa diasumsikan sebagai keberhasilan pemerintah dalam menekan harga pangan.
"Pergerakan IHSG yang mampu mengalami kenaikan membuka peluang untuk kembali melanjutkan kenaikan," ujar Reza dalam risetnya, Rabu (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pertumbuhan Penjualan Unilever Terus Merosot |
Kendati demikian, Reza menuturkan, IHSG bisa saja kembali melemah jika pelaku pasar melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah IHSG terus bertengger di atas level 6.000 dua hari berturut-turut.
Analis Oso Sekuritas Riska Afriani punya pendapat berbeda. Ia meramal, IHSG justru merosot karena telah mencapai level tertingginya atau resistance. Sehingga, pelaku pasar akan melakukan profit taking terlebih dahulu.
Kemarin, IHSG ditutup menguat 32,36 poin (0,53 persen) ke level 6.038 setelah bergerak di antara 6.008-6.038. Sayangnya, nilai tukar rupiah malah melemah ke level Rp13.580 per dolar AS.
Sementara, bursa saham Wall Street bergerak bervariasi tadi malam. Dow Jones dan S&P500 menguat 0,25 persen dan 0,16 persen, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,17 persen. (bir)