Direktur Keuangan Tunggul Rajagukguk mengatakan, beberapa perusahaan yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrenger dan Bookrunner, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan PT Bank CIMB Niaga. Sementara, anggota sindikasinya terdiri dari BNP Paribas, Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan KEB Hana Bank.
"Bunga pinjamannya 9 persen," ujar Tunggul, Selasa (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruas tol Jakarta Cikampek II Elevated ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2019 mendatang. Saat ini, progresnya sendiri baru mencapai 13 persen. Tunggul menyebut, kredit sindikasi ini akan dibayarkan setelah PT Jasa Marga (Persero) Tbk membayar lunas proyek tersebut.
"Proyek ini dibangun diatas jalan tol, relatif lebih sulit karena biasanya membangun di permukaan tanah. Nilainya relatif lebih besar Rp400 miliar per kilometer (km), biasanya Rp100 miliar-Rp125 miliar per km," papar Tunggul.
"Penandatanganan ini semakin mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan atas proyek tersebut dan akan menopang kinerja Waskita Karya," ujarnya.
Hingga kuartal III ini, perusahaan berkode saham WSKT ini memperoleh kontrak baru sebesar Rp44,5 triliun. Sementara, perusahaan meraup laba bersih sebesar Rp2,9 triliun atau naik 197 persen. Tunggul berharap, proyek Jakarta-Cikampek II Elevated ini akan memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan hingga akhir tahun ini.
Waskita Karya masih bakal mendapatkan kredit sindikasi jelang penutupan akhir tahun ini sebesar Rp3 triliun. Dalam hal ini, sebesar Rp2 triliun akan digunakan untuk pembangunan proyek tol Salatiga-Kertosono. (gir)