Garap Tol, Waskita Karya Dapat Pinjaman Rp5,1 Triliun

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Selasa, 07/11/2017 15:59 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan kucuran kredit sindikasi sebagai modal kerja membangun jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated. PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan kucuran kredit sindikasi sebagai modal kerja membangun jalan tol Jakarta Cikampek II Elevated. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Waskita Karya (Persero) Tbk mendapatkan kucuran kredit sindikasi sebesar Rp5,1 triliun sebagai modal kerja membangun jalan tol Jakarta-Cikampek II Elevated. Ruas tol ini sebenarnya telah dibangun sejak kuartal II 2017.

Direktur Keuangan Tunggul Rajagukguk mengatakan, beberapa perusahaan yang bertindak sebagai Joint Mandated Lead Arrenger dan Bookrunner, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, dan PT Bank CIMB Niaga. Sementara, anggota sindikasinya terdiri dari BNP Paribas, Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan KEB Hana Bank.

"Bunga pinjamannya 9 persen," ujar Tunggul, Selasa (7/11).



Ruas tol Jakarta Cikampek II Elevated ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2019 mendatang. Saat ini, progresnya sendiri baru mencapai 13 persen. Tunggul menyebut, kredit sindikasi ini akan dibayarkan setelah PT Jasa Marga (Persero) Tbk membayar lunas proyek tersebut.

"Proyek ini dibangun diatas jalan tol, relatif lebih sulit karena biasanya membangun di permukaan tanah. Nilainya relatif lebih besar Rp400 miliar per kilometer (km), biasanya Rp100 miliar-Rp125 miliar per km," papar Tunggul.

Ruas tol tersebut menggunakan metode Sosrobahu karena proyeknya berada di atas jalan tol existing. Dengan metode itu, ruas tol yang berada di bawah Jakarta Cikampek II Elevated diklaim manajemen tidak terganggu.


"Penandatanganan ini semakin mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan atas proyek tersebut dan akan menopang kinerja Waskita Karya," ujarnya.

Hingga kuartal III ini, perusahaan berkode saham WSKT ini memperoleh kontrak baru sebesar Rp44,5 triliun. Sementara, perusahaan meraup laba bersih sebesar Rp2,9 triliun atau naik 197 persen. Tunggul berharap, proyek Jakarta-Cikampek II Elevated ini akan memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan hingga akhir tahun ini.

Waskita Karya masih bakal mendapatkan kredit sindikasi jelang penutupan akhir tahun ini sebesar Rp3 triliun. Dalam hal ini, sebesar Rp2 triliun akan digunakan untuk pembangunan proyek tol Salatiga-Kertosono. (gir/gir)