Surat Utang Anak Usaha Jasa Marga Kelebihan Permintaan

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 09/11/2017 11:29 WIB
Surat Utang Anak Usaha Jasa Marga Kelebihan Permintaan Penerbitan surat utang berbasis proyek oleh PT Marga Lingkar Jakarta mengalami kelebihan permintaan menjadi Rp1,8 triliun, dari nilai penerbitan Rp1,5 triliun. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penerbitan surat utang berbasis proyek (project bond) oleh anak usaha PT Jasa Marga Tbk (JSMR), yakni PT Marga Lingkar Jakarta (PT MLJ) mengalami kelebihan permintaan sebesar 1,37 kali atau mencapai Rp1,8 triliun dari nilai penerbitan yang hanya Rp1,5 triliun.

Head of Corporate Finance Jasa Marga, Eka Setya Adrianto mengatakan, pencapaian ini menunjukan ketertarikan yang tinggi dari investor terhadap instrumen tersebut. Dalam hal ini, produk yang dijadikan project bonds, yakni ruas tol JORR W2 Utara atau Kebon Jeruk-Ulujami.

"Ruas Kebon Jeruk-Ulujami ini sepanjang 7,67 kilometer (km) yang telah beroperasi penuh sejak tahun 2014," ucap Eka, Kamis (9/11).



Nantinya, mayoritas dana yang diraih dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk melunasi kredit investasi. Seperti diketahui, ini pertama kalinya Jasa Marga mengeluarkan project bond melalui anaknya.

"Dukungan yang baik dari para stakeholders untuk project bonds dapat terlihat dari hasil pemeringkatan yang telah diperoleh adalah idAAAsf (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)," papar Eka.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, project bond bertajuk Obligasi I Marga Lingkar Jakarta Tahun 2017 ini dibagi atas lima seri yang menawarkan kupon bunga dari 7,45 persen hingga 8,85 persen.

Secara rinci, obligasi seri A memiliki jangka waktu tiga tahun sebesar Rp200 miliar dengan bunga 7,45 persen dan jatuh tempo pada 8 November 2020. Kemudian, seri B memiliki rentang waktu lima tahun sebesar Rp217 miliar dengan tingkat bunga 7,75 persen dan jatuh tempo pada 8 November 2022.


Selanjutnya, seri C memiliki jangka waktu tujuh tahun sebesar Rp299 miliar dengan jatuh tempo 8 November 2024 dan bunga 8,3 persen. Seri D menawarkan bunga 8,7 persen dengan jangka waktu 10 tahun sebesar Rp320 miliar, dan seri E memiliki jangka waktu 12 tahun sebesar Rp464 miliar dengan bunga 8,85 persen.

"Project bond ini bertujuan agar perusahaan mendapatkan bunga yang tetap selama periode pinjaman dan juga pembayaran pokok atas pinjaman dapat menyesuaikan kemampuan arus kas dari proyek," jelas Eka.

Jasa Marga memiliki 18 anak usaha jalan tol. Dari 18 anak usaha ini, dua ruas tol yang dimiliki sudah beroperasi penuh, enam ruas tol beroperasi sebagian, dan 10 ruas tol dalam tahap pembebasan lahan. (gir/gir)