Ancaman PHK 'Membayangi' Eks Petugas Tol

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 15:13 WIB
Petugas gardu tol mengaku khawatir karena kemungkinan posisi di kantor yang bisa menumpuk, sementara bidang kerja baru masih belum jelas. Petugas gardu tol mengaku khawatir karena kemungkinan posisi di kantor yang bisa menumpuk, sementara bidang kerja baru masih belum jelas. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petugas gerbang tol mengaku khawatir tentang kemungkinan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seiring berlakunya program transaksi pembayaran tol dengan nontunai. Pasalnya, kebijakan alih kerja ke bidang lain dinilai belum jelas.

Salah satu petugas gerbang tol Cimanggis Golf yang enggan disebut namanya mengaku, dengan diberlakukannya sistem pembayaran nontunai, maka otomatis bakal ada pengerucutan personel.

Pasalnya, pengendara jalan tak lagi perlu dilayani seperti sebelumnya bila menggunakan alat bayar tunai yang seringkali membutuhkan kembalian.



"Ketakutan terkait PHK besar sekali, wajar dong. Karena kan ada ketakutan posisi nanti menumpuk di dalam kantor, misalnya gitu," kata petugas yang enggan disebutkan namanya itu kepada CNNIndonesia.com, Selasa (31/10).

Namun begitu, ia menyatakan, isu tentang PHK masih merupakan kekhawatiran belaka. Pasalnya beberapa petugas gardu tol mendapat pengalihan ke posisi lain sesuai dengan latar belakang pendidikannya masing-masing.

"Jadi misalnya untuk cabang Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dikumpulkan berapa orang, nanti beberapa dipanggil dulu untuk tes," lanjut dia.

Dalam hal ini, seluruh proses itu akan diurus oleh kantor cabang masing-masing gardu tol. Setelah itu, kantor cabang akan menyampaikannya ke kantor pusat PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

"Bagaimana rotasi itu diolah itu tidak mudah, sangat-sangat tidak mudah," ujar karyawan itu.

Sementara itu, karyawan dari kantor cabang Jagorawi yang juga enggan disebutkan namanya mengaku belum mengetahui posisi baru bagi petugas gardu tol di Gerbang Cimanggis Golf setelah mereka tak lagi ditugaskan di sana.

"Untuk dipindahinnya belum tahu," ucap dia singkat.

Namun begitu, staf dari kantor cabang Jagorawi ini memastikan, gerbang tol Cimanggis Golf nantinya hanya akan dijaga oleh dua petugas. Artinya, satu petugas akan menjaga dua gardu sekaligus, karena total ada empat gardu tol.


"Saat ini semua masih terisi petugas. Nanti sisanya hanya dua untuk jagain karcis tol dan kalau ada yang saldo e-Toll habis," paparnya.

Untuk waktunya sendiri, ia belum bisa memastikan kapan tepatnya pengerucutan personel gardu tol di Cimanggis Golf ini akan dilakukan.

"Belum tahu ya, sekarang kan masih bantu-bantu," kata karyawan tersebut.